Saturday, April 26, 2008

Stage euphoria

3:51 am it is, facing the notebook and try to write something.. Just came back from watching the live band performance in the mall downtown. Yes, very entertaining. The rock ballade songs, back in the 70s. Songs from Queen, Metallica, the White Lions, the Eagles, kinda admit it that they're good. The difference between listening live music and the recording one was obvious. It's live! Very happening..

How sense should be the one that matters in architecture, I think most of us had been forgotten. How to make create something "beautiful" for everybody, not only beautiful for segmented people. I'm trying to analyze this new mall I described above, which offering an architecture for public to enjoy. The place was outdoor, with round stage and tables in "T" order. The stage placed in the crossing axis of the "T". I think this lay out and the atmosphere is great, coz everybody enjoyed it.

Good architecture doesn't have to be something trendy at a time. Like the British once said, "a thing of beauty is a joy forever" - Y.B. Mangunwijaya, Wastu Citra.

***

Saya ingin berkarya! Entah kapan. Suatu hari, pengen banget. Pengen bikin sesuatu yang punya perngaruh positif buat sekelilingnya. Kalo dibilang sekarang sedang meniti jalan ke arah sana, gak salah juga sih. Tapi kalo ditanya progressnya seperti apa, mmmm, entar dulu deh. Mungkin blom optimal, dan gue baru bisa nyimpen dulu cita-cita gue ini.

Sunday, April 13, 2008

Let's see the unseen

Kebenaran akan suatu hal itu apa sih? Yang bener menurut kata orang, kata buku, kata hati, atau kata Tuhan..? Terus nyarinya gimana ya? Kok semakin dicari semakin susah.. Tuhan juga ga akan segitunya ngasih jawaban yang turun dari langit. Semua harus dicari..

Semakin gue punya banyak gambaran tentang sesuatu, semakin gue bingung. Kapan ya, mata hati gue bisa terbuka selebar-lebarnya untuk ngeliat hal-hal yang ga keliatan kasat mata. Gimana caranya? Caranya dengerin kata hati ketika kata hati bertolak belakang dengan kata orang. Caranya mencari kebenaran yang hakiki.

Ah.. rasanya gue pengen menghilang.. Menghilang.. sejenak.. dari semua yang ada. Mau mencari kebenaran akan kebingungan-kebingungan yang gue rasain. Mau mempertanyakan semuanya. Mau punya waktu buat autis untuk nyari semua ini.. Entah berapa lama. Meditasi mungkin. Huhu.

Just a glimpse of uncertainty in mind

Kenapa harus peduli banget apa kata orang? Ya, karena orang tinggal di sekeliling kita. Trus kalo tinggal di sekeliling kita kenapa? Ya, kita akan selalu berinteraksi dengan mereka. Merekalah komunitas kita. Lalu? Ya, kalo opini yang terjadi di publik membuat kehidupan sosialisasi terhambat, siapa yang mau. Jadi harus selalu tampil baik di depan orang? Hahaha. Sulit ya. Maunya sih gitu. Hampir semua orang mungkin berpikir begitu.. Kan membangun citra untuk diri sendiri.

Kapan abisnya dong? Yaa, ga tau ya. Kan beropini adalah hak asasi manusia. Apapun yang terjadi pasti akan selalu ada respon. Jadi harus selalu tampil sempurna? Wah, balik lagi ke sifat dasar saya yang menghindari konflik, yah, mungkin itu salah satu kekurangan terbesar dalam diri saya. Ih, kok ga punya pendirian sih? Hahaha. Entahlah, untuk sesuatu yang enggak bener-bener gue yakini, gue akan sangat mudah mendengarkan apa kata orang. Payah dong, ga bisa nentuin sikap? Itu yang masih gue latih sampe sekarang..

Emang lo nyaman ya ngejalanin kehidupan kayak begitu? Sejujurnya, enggak. Tapi kalo untuk hal-hal yang udah jelas salah kalo gue tetep lakuin, sangat wajar kok untuk mendengar masukan. Bercermin doong. Enggak, maksud gue, untuk sesuatu yang ga penting-penting banget. Tadinya gue sangat mikirin opini orang. Tapi ya gue ga mungkin sejalan terus sama apa kata orang. Gue juga punya keinginan. Dan selama itu ga ngerugiin orang lain.. Mungkin gue akan berusaha tutup kuping untuk sesuatu yang gue yakini bener menurut hati nurani gue.

Yakin lo?! Hehehe. Yah di yakin-yakinin aja. Walaupun yang lo lakuin bertentangan dengan paradigma orang-orang? Mmmm. Ya. Siap dengan opini-opini? Entahlah. Cape juga kalo semua omongan orang didengerin terus. Kalopun ternyata gue salah, ya pembelajaran lah. Image lo? Sekali jelek bakal susah ilang lho. Ah. Entahlah. Sampe saat ini gue masih sangat beranggapan image itu penting sih. Tapi image bukan segala-galanya kan. Kalo salah langkah? So what, it's life man, where's the fun if there's no roller coaster right? Everybody learns. Dan terus kalo gue salah? Ya gue yang nanggung. Yang lain, silahkan tetap beropini. Syukur2 kalo bisa bantu..

Thursday, April 3, 2008

Finding myself

Wah, saya kembali menelantarkan blog lagi!! Huhu, memang bukan manusia yang konsisten : ( Yah, mo gimana lagi, ternyata waktu tidur yang udah minim (lagi-lagi) menjadi prioritas utama dalam pola hidup yang 2 bulan terakhir jadi hectic.

Jadi... Gue merasa menjalani hidup yang lamaaaaaaaa banget selama 2 bulan terakhir ini. Banyak hal yang terjadi, yah, yang pasti membuat hidup lebih bermakna. Banyak kejadian, kesibukan, macem-macem deh. Hmm.. Pengen banget share disini, sometime, someday, maybe.. Hehe..

Yah, jadi mungkin gue banyak mengambil beberapa keputusan penting dalam kehidupan perkuliahan gue. Kalo liat postingan2 gue sebelumnya tentang pertanyaan gue yang membuat gue "mandek" di dunia arsitektur. Yah.. Saya masihhh mencari jawabannya, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan teman2 di sekitar saya. Jadi merasa ketinggalan banget. Uh. Kapan yah gue bisa ngejawab pertanyaan itu?

Ketika lo tau lo pengen jadi apa, tapi adrenalin untuk menuju ke situ kok semakin lama semakin berkurang.. berkurang.. dan yang paling sucks, lo ga tau kenapa bisa kayak gitu?! Dan gue jadi bingung.. Apa satu-satunya yang membuat gue masih (harus) bertahan adalah ketika otak gue memberi tahu gue harus jadi apa, dan ternyata hati gue mempertanyakannya kembali dengan memberi gejala-gejala yang gue sebutin diatas.

Haha mungkin tulisan ini cuma bentuk penyaluran kegelisahan gue kali yaa, bingung, kadang-kadang mungkin lebih enak ngoceh sendiri tanpa harus ditanggepin orang, dan mungkin media menulis udah media yang paling oke. Walaupun entah siapa yang baca. Yang penting merasa tersalurkan deh. Syukur2 ada yang bisa ngasih pencerahan.. : )

Yah, entahlah suatu solusi yang bijak atau bukan, tapi gue mencoba "mencari" jawaban atas pertanyaan gue dengan mencoba hal baru. Hmm. Dan pilihannya adalah dengan meningkatkan kembali soft skill gue, dimana, dengan tujuan utama adalah untuk melatih pola berpikir analisis gue dalam dunia arsitektur. Itu aja. Dan gue memilih masuk organisasi "besar" di kampus. Dengan banyak pertimbangan.

Pengen punya semangat "mempertanyakan" atas apa yang sedang terjadi, yang gue rasa minim banget gue ada di diri gue. Seperti ada yang pernah ngasih tau ke gue, "aku berpikir, maka aku ada".

Lalu... seiring berjalan waktu, gue mulai menikmati pencarian gue. Tapi jadi lupa sama tujuan awal dan mulai disibukkan dengan banyak agenda. Dan kembali inget setelah buka blog ini lagi. Hm. Apa pencariannya gagal? Belom sih. Belom banyak yang udah gue explore..

Dan mungkin gue juga disibukkan dengan "pencarian-pencarian" lain yang sedang gue cari. Apa emang sekarang ya masa-masa pencarian jati diri itu? Gue kayak orang bingung, banyak hal yang ga bisa gue sikapi dengan bijak. Banyak pertanyaan-pertanyaan di kepala gue yang ga bisa gue tanyain ke siapapun, harus gue cari sendiri. Kadang2 suka gelisah sendiri, tapi ga tau harus ngapain? Ya ampun...

Gue cuma berharap.. banget.. Gue bisa survive di masa-masa seperti ini. Gue serasa butuh orang lain untuk pegangan, tapi siapa? Mau tanya siapa? Apa iya orang lain udah punya tatanan ideal untuk pertanyaan2 gue? Apa iya, mereka sendiri udah survive melewati apa yang sedang gue lewatin? Ga ada yang tau kan..

Survive sekarang, atau enggak sama sekali.. Pilihannya cuma itu bukan?

Beruntunglah, orang-orang yang bisa cepet tau apa tujuannya dalam hidup ini. Ada yang baru tau jawabannya ketika masa tuanya, bahkan ada yang sampe mati ga tau tujuannya apa. Ada lagi, orang yang ga tau tujuannya apa, tapi sok tau. Dan yang paling parah, orang yang ga tau tujuannya apa dan ga berusaha mencari tau..

Gue masuk kelompok mana ya? Gue ga mau berlama-lama ada di posisi kayak gini.. Karena rasanya ga enak.. Banget..

Friday, February 1, 2008

Be ourselves

Ada apa dengan menjadi diri sendiri, sampe setiap orang harus mengusung segala ke'aku'annya. Dengan segala kelebihan dan kekurangan, kok kayaknya bangga banget mengakui "aku", sedangkan untuk sesuatu yang (sebenernya) bisa di kompromi, selalu ber "aku" untuk sebuah pembelaan.

Enggak, bukan gue yang salah pilih, cuma gue yang gak mempertimbangkan sejauh itu. Anggep aja ini suatu surprise dalam hidup gue. Yang kata gue, gue sangat menunggu-nunggu surprise. Ternyata yang dateng surprise yang seperti ini...

Tapi saatnya gue menjadi manusiawi dengan bilang kalo gue cuma manusia biasa, kalo semua ini butuh pengorbanan dari kita berdua. Bukan cuma satu.

Tuesday, January 29, 2008

Rest in peace, does he?

It's been 2 days since our second president passed away, Pak Soeharto. Despite all the controversy against him, let us just pray for his peace as a human being for him. In fact, there are still civil citizens who still respects him, and a lot of them vice versa.

Yes, he did a lot of developmental projects here in Indonesia, and we were once in our glorious days. And most of the citizens prefer those days when we were lead by Soeharto. Less hunger, less poverty, and less unemployment. It's the same feeling of eating a food with a lot of MSG inside it. It's delicious, but it's deadly harmful to our body.

But less of them realized that what we're facing today is the scrap of Soeharto's leadership. He doesn't only left us with charisma and a view remarkable development fossils, but also broken infrastructure and debts which must be repay decades later. By our grand grand sons, maybe.

Ah.. banyak yang nyalahin mahasiswa karena era reformasi kemarin, karena kalo ga ada kejadian tragedi 1998, mungkin rakyat kecil masih bisa beli minyak goreng dan nyekolahin anak mereka di sekolah deket rumah.

Tapi semua itu semu.. Because anything based on greediness and deceitfulness wouldn't last long. Dan susah.. banget.. kalo kita mendambakan perubahan sedrastis 180 derajat dalam waktu singkat. Kalo kata Mama Lauren, bakal ada bencana di tahun 2012 yang bikin Jakarta kehilangan lebih dari setengah penduduknya, dan baru bisa membangun kembali negara yang baik dengan pakem yang baru. (apa iya? Naudzubillah min zalik)

Yaudahlah. Gue cuma bisa berkomentar dan sedikit bertindak. Paling enggak, dengan kapasitas gw sebagai mahasiswa. Tapi pengadilan Tuhan itu udah yang paling adil kok. We don't need to worry about it...

Pas banget sama novel Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata yang lagi gue baca, sehari setelah meninggalnya Pak Soeharto gue sampe bab 9 - Penyakit Gila No. 5. Gue kutip sedikit..

...Suatu hari dalam budi pekerti kemuhammadiyahan, Bu Mus menjelaskan tentang karakter yang dituntut Islam dari seorang amir. Amir dapat berarti seorang pemimpin. Beliau menyitir perkataan Khalifah Umar bin Khatab.

"Barangsiapa yang kami tunjuk sebagai amir dan telah kami tetapkan gajinya untuk itu, maka apapun yang ia terima selain gajinya adalah penipuan!"

Rupanya Bu Mus geram dengan korupsi yang merajalela di negeri ini dan beliau menyambung dengan lantang,

"Kata-kata itu memegang arti penting memegang amanah sebagai pemimpin dan Al Quran mengingatkan bahwa kepemimpinan seseorang akan dipertanggungjawabkan nanti di akhirat ... "


Memegang amanah sebagai pemimpin memang berat, tapi jangan khawatir banyak orang yang akan mendoakan. Tidakkah ananda sering mendengar di berbagai upacara petugas sering mengucap doa: Ya Allah lindungilah para pemimpin kami? Jarang sekali kita mendengar doa: Ya Allah lindungilah anak-anak buah kami ... "

Sunday, January 27, 2008

Sandwiched

Astaghfirullah al aziim.

Hehee, gue baru melakukan terobosan baru lagi dalam hidup guee, yaitu: mengendarai motor sendirian di jalan raya. Well, it's the second time, dan masih kerasa sensasi deg-deg an nya. Dan yang kedua ini cukup berkesan.

Jadi alesannya adalah; mau minjem spidol prisma color ke rumahnya Izza, deket sih, sekitar 6 km dari rumah. Butuh buru-buru. Orang-orang rumah lagi pada pergi, dan demi niat baik ngerjain tugas Tata Ruang Dalam yang ternyata masih tersisa (damn, padahal gw udah ingin lepas dari tugas), jadilah gw ke rumah Izza sendirian.

Waktu pergi, masih owkay, yah sedikit grogi juga sih. Mungkin gw bermental pengendara mobil? Gw selalu tepat berada di belakang mobil, unlike the usual of motorcycle driver - selalu mengagetkan ada di kanan jalan atau bahkan mendahului dari kiri?! Ckckck. Sebagai pemula, sangat ingin menerapkan tatakrama dalam mengemudi, secara gw benci banget sama pengemudi motor yg semena-mena. Hehe.

Selain gw juga ga punya SIM, yaa mau apalagi selain berjalan mengendap-ngendap.

Perjalanan pergi, no problemo. Pas pulang, gue bertemu macet. Di depan gue adalah barisan mobil-mobil sekitar 15 m dengan pangkal kemacetan di perapatan Perum. Berenti dong gue.. Tepat di depan gue adalah angkot yang agak kosong dan becak yang lagi ngendog (baca: ngetem). Ragu antara si angkot ngendog juga ato engga, mulai dateng bisikan-bisikan ke hati, "nyelip aja kali ya? Jangan2 angkot ini lagi ngetem?", begitulah kira-kira dilema waktu itu.

Dan berbekalkan prinsip bahwa dalam hidup harus percaya diri, jadi diteroboslah becak dan angkot yang berjarak kurang lebih 60 cm itu. Pelan-pelan. Tapi ternyata ga muat! Bwahahaha. Terdengar bunyi gesekan antara motor gw dan angkot itu, spontan supirnya berkata dengan volume (se)maksimal (mungkin).

"KALO GA MUAT JANGAN MAKSA DONG!", he shouted.

Ooo mai gaad. Gimana ieuh? Kumaha? Wong bener-bener kegencet. Dibentak pula. Ciut deh. Trus tukang becak dengan sigap berusaha memindahkan becaknya yang sedang dalam posisi horisontal - jadi agak susah dibelokin, harus diangkat dikit. Ada kali sekitar 30 detik gw berusaha lepas dari dua benda nyolot itu. Spontan waktu bisa jalan, gw bilang "makasih ya Mang!", trus ngacir. Yaiyalah, gue yg salah. Mana banyak yg ngeliatin. Bengeut ditaro dimana ieuh?? HUhuHuhU.

Alhamdulillah yang kena cuma stangnya doang, tapi pas sampe rumah gw ga berani liat motornya (atau lupa tepatnya?), jadi gw belom tau keadaan motor gue. Huhuhu. Jangan ditiru ya yg seperti ini. Tapi kayaknya sopir angkotnya tak enak ma gue, soalnya pas abis tereak gitu ga ada sumpah serapah yang kedengeran. Mungkin karna gw cewe kali yaa. Ga tau deh.

Maap yaa abang angkot dan becak. Makanya abang angkot jangan suka bikin kesel di jalan raya, jadi gw (sebagai mediasi karma mungkin) membuat abang angkot kesel akhirnya. Hehehe.

Moral of the day:
- Never, drive without license.
- Never, ever, ever, drive a motorcycle without good intention (terbukti yang berniat mulia aja masih kena cobaan, gimana yg make buat ngetrek?? Astaghfirullah.)
- Self confidence harus diikuti pengetahuan yang kuat, yakni: Semua anak arsitek juga tau kalo 60 cm itu adalah ukuran ideal untuk sirkulasi manusia. Dan ini 60 cm untuk motor?!? Whatde? Harusnya sebelum jalan gue baca buku Human Dimension dulu kali ya. Hehehehe.

Cheers!